Cacar air di umur 20an

Sebenarnya dari kemarin-kemarin mau menuliskan tentang sakit cacar air tapi masih rada trauma, trauma dimana beberapa hari ga bisa mandi dan cuci rambut cuman lap badan saja.

Dua minggu setelah bali trip, dimulai dari kamis malam, 21 juli saya sudah merasakan kepala berat seperti mau panas dalam tapi langsung saya bawa tidur saja, keesokan pagi terasa fresh seperti biasa tapi pas sorenya terasa lagi gak enak badan pulang rumah langsung mandi terus ukur pakai termometer badan agak sedikit hangat di 37.2 degC, jadi nya saya consume obat demam chinese (motanhun) then istirahat tapi keesokan pagi nya kok merasa badan masih gak enak lanjut consume obat nya dan pas mandi sebelum berangkat kerja di pinggul kanan saya ada bintik merah (oh jerawat pikir saya waktu itu) jadi tetap berangkat kerja dan sampai siang nya setelah makan siang di ayam bakar taliwang dan belanja di supermarket rasanya panas nya mau naik lagi jadi pulang rumah makan obat penurun demam lagi dan tidur siang (saya mikir waktu itu, kalau malam masih begini mau minta dikerik). Sore hari nya, saya beraktivitas seperti biasa karena malamnya berencana makan fish fillet dan kentang goreng dilumuri saus keju dan mozarella jadinya saya masak2 dulu, pas lagi masak lihat tangan saya kok banyak bentolan merah dan ada satu bentolan yang ada bintik air (memang di tempat ini bekas kena cipratan minyak minggu lalu jadi saya pecahkan itu gelembung tapi kok gak pecah2) langsung suspect jangan-jangan cacar air. langsung buru-buru pergi mandi :-p

Setelah ortu saya pulang, saya tanya ke mereka apa ini cacar air dan setelah dilihat-lihat sepertinya iya. Bf pun nanya ke mama nya bagaimana cara penanganan cacar kata mama nya di lap dengan air kelapa muda dan consume air kelapa muda. karena saya demam 37.6/8 dan takut lambung saya gak tahan dengan air kelapa muda jadinya memutuskan untuk berobat saja.

Penanganan oleh dokter
Diberi tablet acyclovir 2x400mg tiap 5 jam, saya konsumsi 3 kali sehari saja karena harus diselingi dengan obat maag, pagi nya konsumsi 1 butir vitamin,obat penurun demam selama masih demam, salep acyclovir dioleskan ke bagian cacarnya dan obat pengurang rasa gatal dan nyeri (saya ga konsumsi sama sekali). Setelah tablet acyclovir habis lanjut konsumsi antibiotik (saya baru makan 1 tablet langsung mual, jadi stop ga saya makan lagi). Dari dokter tidak ada pantangan makanan apapun dan boleh mandi keramas seperti biasa..

Penanganan secara tradisi / dari kata siapa kata ini kata itu
ini mah banyak sekali ya, ada yang ga boleh mandi sama sekali,  pantangan makan kecap, kacang dan sebagainya. Disini saya tuliskan yang saya ikuti saja

  1. Lap badan dengan air kelapa muda pas hari pertama ketahuan cacar air setelah pulang dari dokter langsung seluruh badan di lap dengan air kelapa muda katanya agar cacar nya bisa keluar semua.
  2. Tidak makan seafood, ayam, kacang-kacangan termasuk tauge, tahu, tempe, wijen, telur, buah/sayuran bergetah (timun, nanas, pepaya, pisang dll) dan yang pedas-pedas.
    jadi makanan saya sarapan mie pangsit setiap pagi, makan siang dan makan malam nasi sama sayur brokoli / bunga kol/ bayam/baby kaylan yang ditumis dengan pork atau minched pork. Saya juga konsumsi buah setiap pear/apel setiap hari. Untuk ayam dan telur sudah mulai dikonsumsi sejak minggu kedua. minggu ketiga mulai konsumsi tahu dan sedikit udang(karena makan di XO suki pas ultah kemarin). Kacang-kacangan dilarang karena kacang bisa menyebabkan nanah dicacar semakin banyak. Dan disarankan sama mama saya agar tidak konsumsi daging babi hutan, terasi, ikan sarden, timun dan nanas terlebih dahulu. Dari mama bf disarankan jangan makan wijen selama 4 bulan dan cincau selama 1 tahun.
    20160725_165215 20160801_184243

    ?
    ?

    20160803_180421
    Makanan di minggu kedua
  3. Tentang mandi dan keramas.
    saya sampai hari ketiga/keempat baru cuci rambut dimana hampir rambut saja yang saya cuci kulit kepala cuman disiram air hangat dan tidak begitu kena sampo alhasil siap keramas masih berminyak. besoknya saya baru mandi air hangat pakai sabun baby, cara mandinya siram-siram 1 gayung kasih sabun langsung bilas-bilas saja kemudian keringkan badan dengan cara tepuk-tepuk pakai handuk. O ya, muka juga dicuci dengan sabun baby. kalau berminyak dilap pakai kertas clean & clear oil film. Karena saya orangnya parno-an dan banyak dengan kata ini itu jadinya tiap hari mikir mau mandi ga ya mau keramas ga ya. so, saya mandi setiap hari sejak hari keempat/kelima dan keramas tiap 2 hari sekali. mulai dari senin, 1 agust udah day 10 saya sudah rutin mandi 2x sehari dan keramas 1 hari 1x karena sudah masuk kerja, saat itu cacar saya dimuka korengnya sudah lepas semua yang dibadan & tangan  mulai menghitam, yang dipunggung bawah proses mengering tapi hanya 3 bentolan.
  4. Minum teh pereda panas dalam.
    sejak day 3, selama 3 hari saya dikasih minum air teh dari rebusan eng cau kun (ga tau bahasa indonesianya apa) + gula kristal. saya minum setiap 2 jam after makan obat dokter.
  5. Gak bole kena hujan dan hindari lah yang sedang berduka karena bisa bertambah banyak dan menjadi sangat gatal cacarnya sesuai pengalaman sepupu saya. jadi ya saya turuti saja.

Di kasus saya, cacar nya banyak keluar di badan, punggung, leher, kepala dan muka sebelah kanan (upper body) sedangkan di kaki hanya beberapa bentolan saja nyaris masih kinclong. Proses pengeringan dimuka lebih cepat walaupun cacarnya lumayan besar dibandingkan ditangan atau leher ntah karena saya lebih rajin olesin salep acyclovir nya atau bagaimana. koreng hitam nya pun lepas di hari ke enam / ketujuh. baru disusul proses pengeringan di bagian leher & tangan kemudian badan & punggung. Selama cacar nya keluar saya tidak mengalami sedikit gatal dan masih bisa ditahan dan diatasi dengan bedak dingin, untuk nyeri badan hanya dibagian kepala dan leher itupun masih bisa ditahan. Sampai sekarang di minggu keempat masih ada bekas hitam-hitam. semoga bisa cepat kembali normal.

Aktivitas saya selama satu minggu itu, kebanyakan dikamar sambil mengerjakan sedikit kerjaan kantor , browsing artikel tentang cacar air dan selebihnya nonton drama/variety show korea. hahaha… setiap hari merasa gerah karena gak bisa napa-napain. dan sangat bersyukur it’s already pass.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s